KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI
1. KARYA LUKISAN
"REPRO WHISTLER'S MOTHER"
-James McNeill Whistler-
Cat minyak diatas kanvas
Ukuran: 144.3 cm × 162.4 cm
Lokasi: Musée d'Orsay, Paris
Ini adalah salah satu karya terbaik dari pelukis asal Amerika, James
Abbot McNeill Whistler. Sosok wanita dalam lukisan tersebut merupakan
Anna Whistler, ibu dari sang pelukis. Lantas apa maksud dan alasan
Whistler melukis ibunya? Hmm… jawabannya bakal terdengar konyol
sekaligus mengharukan.
Lukisan ini seharusnya menampilkan seorang model wanita. Tapi di
hari lukisan ini dibuat, wanita tersebut tak kunjung datang ke tempat
Whistler. Karena nggak mau anaknya merasa kecewa, sang ibu berinisiatif
menggantikan model tersebut.
Sebelumnya Whistler berniat melukis model yang sedang berdiri.
Tapi setelah tahu ibunya ingin menggantikan model itu, Whistler
menyesuaikan pose yang lebih cocok dengan ibunya. Tanpa diduga-duga,
absennya sang model justru menguntungkan Whistler. Lukisannya mendapat
penghargaan dan respons positif dari para penikmat seni pada masa itu.
sumber : https://www.selipan.com/story/unique-history/cerita-di-balik-7-lukisan-paling-populer-di-dunia/
-Turki Usman Ozcay-
Bahan : Cat minyak diatas canvas
Kaligrafi Tsuluts karya kaligrafer Turki Usman Ozcay berisi ungkapan yang artinya "Cinta adalah pertanda orang-orang mulia."
3. KARYA RELIEF
"MOUNT RUSHMORE"
-Gutzon Borglum dan Lincoln Borglum-
Bahan : Granit
Lokasi : Gunung Rushmore
Ketinggian : 18,2 meter
Tahun :1927 - 1941
Mount Rushmore National Memorial merupakan patung granit yang diukir mejadi sebuah wajah di Gunung Rushmore dekat Keystone, South Dakota, Amerika Serikat.
Dipahat oleh Gutzon Borglum dan kemudian oleh anaknya Lincoln Borglum, Gunung Rushmore setinggi 60-kaki (18 m) berbentuk patung dari kepala mantan presiden Amerika Serikat George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt dan Abraham Lincoln. Seluruh memorial meliputi 1,278.45 hektar (5,17 km2) dan 5.725 kaki (1.745 m) di atas permukaan laut.
Dipahat oleh Gutzon Borglum dan kemudian oleh anaknya Lincoln Borglum, Gunung Rushmore setinggi 60-kaki (18 m) berbentuk patung dari kepala mantan presiden Amerika Serikat George Washington, Thomas Jefferson, Theodore Roosevelt dan Abraham Lincoln. Seluruh memorial meliputi 1,278.45 hektar (5,17 km2) dan 5.725 kaki (1.745 m) di atas permukaan laut.
4. KARYA POSTER
"HAPPER'Z MAGAZINE"
-Eugene Grasset-
Tahun : 1877
Pada tahun 1877 Eugène Grasset berpaling ke desain grafis, menghasilkan produk yang menghasilkan pendapatan seperti kartu pos dan perangko akhirnya ongkos kirim untuk Prancis dan Swiss. Namun, itu poster seni yang cepat menjadi keahliannya. Beberapa karyanya menjadi bagian dari Maitres de l'Affiche termasuk litograf nya, "Jeanne d'Arc Sarah Bernhardt." Pada tahun 1890, ia merancang "Semeuse yang menyebar benih-benih dandelion" logo yang digunakan oleh penerbit kamus, Éditions Larousse.
Dengan semakin populernya poster Perancis di Amerika Serikat, Grasset segera dihubungi oleh beberapa perusahaan Amerika. Di tahun 1880-an, dia komisi pertama Amerika dan lebih sukses menyebabkan desain cover-nya untuk 1892 edisi Natal majalah Harper. Pada tahun 1894 Grasset diciptakan "The berbulu Horse" dan "The Sun Austerlitz" untuk The Century Magazine untuk membantu mengiklankan cerita serial mereka pada kehidupan Napoleon Bonaparte. The "Wooly Horse" image terbukti sangat populer sehingga Louis Comfort Tiffany diciptakan dalam kaca patri. kerja Grasset untuk institusi AS membantu membuka jalan bagi Art Nouveau mendominasi seni Amerika.
Grasset mengajar desain di École Guérin 1890-1903, di École d'Art Grafik di Madame rue 1903-1904, di Académie de la Grande Chaumière 1904-1913 dan di École Estienne di Paris. Di antara murid-muridnya Paul Berthon, Georges Bourgeot, Paul Follow, Marcelle Gaudin, Augusto Giacometti, Arsene Herbinier, Anna Martin, Mathurin Méheut, Juliette Milési, Otto Ernst Schmidt, Auguste Silice, Maurice Pillard Verneuil, Aline Poitevin, Pierre Selmersheim, Tony Selmersheim , Camille Gabriel Schlumberger, Eliseu Visconti, dan Philippe Wolfers
Pada Pameran Universal 1900 di Paris, yang pabrik huruf G. Peignot et Fils, memperkenalkan "Grasset" jenis huruf, desain Miring Eugène Grasset diciptakan pada tahun 1898 untuk digunakan pada beberapa poster nya.
5. KARYA FOTOGRAFI
"MALAM CANDU"
-Nanda Ayu Maulana Agustin-
Media : Xiaomi Redmi 4X
Ukuran : 2340 x 4160
Tahun : 2019
SMA N 4 Purwokerto mengadakan acara ulang tahun sekolah bernama "ATMOSPHERE 30" yang dihadiri oleh banyak bintang tamu. Dan salah satunya adalah Feby Putri sang pelantun lagu Halu.
KARYA SENI RUPA 3 DIMENSI
1. KARYA PATUNG
"MOUMEN B.J HABIBIE"
Perancang : Seniman Patung: Soewardi dan Lutse Lambert Daniel Morin (Jogjakarta)
Desain Patung: Muhammad Angga Restu Dinata (Marisa. Kabupaten Pohuwato)
Konstruksi pertamaAgustus 2018
Tanggal selesai Mei 2019
Didedikasikan kepada B. J. Habibie
Biaya pembangunan Rp. 1,7 miliar
Monumen B.J. Habibie dibangun oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo pada tahun 2018 untuk menghargai jasa-jasa Presiden Republik Indonesiake-3, Bacharuddin Jusuf Habibie. Monumen ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi masyarakat Gorontalo di bidang Kedirgantaraan kepada salah satu putra terbaik bangsa yang berasal dari Gorontalo. Dalam catatan sejarah, B.J. Habibie merupakan etnis Gorontalo pertama yang pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia
2. KARYA ARSITEKTUR
"MUSEUM FATAHILLAH"
Gaya arsitektur : Neoklasik
Lokasi : Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
Mulai dibangun : 23 Januari 1707
Desain dan konstruksi
Arsitek : W. J. van de Velde
Insinyur : J. Kremmer
Lokasi : Jl. Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia
Mulai dibangun : 23 Januari 1707
Desain dan konstruksi
Arsitek : W. J. van de Velde
Insinyur : J. Kremmer
Museum Fatahillah memiliki nama resmi Museum Sejarah Jakarta adalah sebuah museum yang terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 1, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.
Bangunan ini dahulu merupakan balai kota Batavia (bahasa Belanda: Stadhuis van Batavia) yang dibangun pada tahun 1707-1712 atas perintah Gubernur-Jendral Joan van Hoorn. Bangunan ini menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara. Pada tanggal 30 Maret 1974, bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah.
3. KARYA SENI KRIYA
"ANYAMAN ROTAN BAMBU"
-I Gusti Putu Geria-
Bahan : Rotan dan Bambu
Bahan : Rotan dan Bambu
Produk kerajinan anyaman bambu, rotan dan daun lontar buatan Gusti Geria termasuk memiliki keunikan yang khas karena desain kerajinan anyaman hasil karya Gusti Geria sangat berbeda dengan kerajinan anyaman buatan perajin lainnya yang ada di Bali maupun di daerah lainnya di tanah air. Penggunaan warna cokelat gelap (dark mahagony) yang memberikan kesan natural, antik dan anggun menambah kecantikan dan keindahan berbagai produk kerajinan anyaman itu.
4. KARYA SENI KERAMIK
"PATUNG DRUPADI"
-F.Widiyanto-
Bahan : Keramik
Untuk menghasilkan patung keramik dengan tubuh yang dinamis, Widayanto menyesuaikan karakter materialnya dengan sifat porselen yang lebih getas dan mudah hancur dibandingkan stoneware yang lentur. Ia mempelajari teknik tersebut saat bekerja sama dengan Noriaki Kobayashi, seorang keramikus spesialis materi porselen dari Jepang.
Untuk mendapatkan bentuk yang dinamis, Widayanto memotong patung keramiknya menjadi sejumlah bagian, tidak seperti patung keramik lainnya yang diolah langsung dari satu gundukan lempung. Setelah dirakit ulang, barulah patung keramik tersebut dibakar hingga suhu 900 derajat celcius. Proses ini perlu kecermatan tinggi, karena pada temperatur yang tinggi patung bisa terdeformasi, mengerut secara tidak proporsional, ambruk, ataupun bengkok. Agar tetap sesuai dengan model, patung-patung tersebut disangga dengan tonggak-tonggak terbuat dari bahan yang sama dengan pemasangan yang membutuhkan perhitungan matematis yang rumit.
Usai didinginkan, patung-patung tersebut selanjutnya diolesi glasir dan dimasukkan kembali ke oven hingga suhu 1.250 derajat celcius. Di akhir proses, barulah patung-patung tersebut diberi warna pigmen pada bagian-bagian tertentu seperti rincian mata – alis, bibir, dan rias wajah. Selanjutnya, patung kembali dibakar agar pigmen yang dipoles melekat erat.
5. KARYA SENI INSTALASI
RATUSAN PATUNG 'THE RUBICON'
-Jason deCaires Taylor-
Bahan : Batu
Tahun : 2016
Jika museum yang menampilkan patung-patung seniman ternama berada di daratan, namun berbeda dengan yang ada di Kepulauan Canary. Museum bawah air pertama di Eropa justru berada di bawah laut!
Bagi Anda yang ingin mengunjungi museum tersebut, pastinya bakal membutuhkan pelatan menyelam. Karena karya seni indah nan artistik dari Jason DeCaires hanya bisa dinikmati dalam beberapa waktu tertentu.
Jason DeCaires adalah pematung asal Inggris sekaligus pendiri dari taman patung bawah laut bernama 'Molinere Underwater Sculpture Park'. Dia dikenal sebagai pematung bawah laut, fotografer bawah laut, dan konservasi. Pekerjaannya di Grenada masuk dalam Top 25 Wonders of the World oleh National Geographic.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar